Materi Kelas 9 : Chapter VIII (They are Made in Indonesia)


10 shares

STUDENTA- Hallo studenta, semoga dalam lindungan Allah, diberikan kesehatan selalu, dan tentunya makin semangat untuk belajar. Setalah kita mempelajari narrative text, kini saatnya kita beralih ke materi selanjutnya. Postingan kali ini akan membahas materi Chapter VIII mata pelajaran Bahasa Inggris bagi siswa siswi SMP/MTs kelas 9 semester II mengenai Passive Voice. Materi ini diharapkan menjadi salah satu bahan referensi belajar bagi siswa maupun referensi mengajar bagi guru.

Studenta pasti tidak asing ketika mendengar kalimat aktif dan kalimat pasif dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Nah dalam bahasa Inggris juga ada yang namanya active voice dan passive voice. Keduanya memiliki perbedaan, dimana kalimat aktif fokus terhadap doer of action atau yang melakukan aksi, sedangkan pada kalimat pasif fokus terhadap objek yang menerima akibat dari aksi tersebut (receiver of action). Namun pada bab ini kita hanya akan memabas kalimat pasif atau passive voice. Didalam pembahasan nantinya kalimat aktif atau active voice hanya sebagai pembanding. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat penjelasan tentang passive voice.

Pengertian

Passive voice merupakan bentuk gramatikal (grammatical construction) dimana subjek pada kalimat tidak melakukan suatu aksi, melainkan sebagai receiver of action atau menerima aksi. Aksi disini ditindaklanjuti oleh agent lain atau sebagai pelaku aksi yang dapat disebutkan ataupun tidak. Hal ini berbeda pada bentuk kalimat active, dimana subjek berhubungan secara langsung dengan verb (kata kerja) dengan bertindak sebagai pelaku aksi.

Pada passive voice fokus kalimat yakni kegiatan atau tindakan itu sendiri, bukan orang maupun hal yang melakukan tindakan tersebut. Dengan kata lain, passive voice digunakan untuk menunjukkan ketertarikan pada objek yang dikenai tindakan, bukan objek yang melakukan tindakan. Untuk memudahkan studenta dalam membandingkan kalimat aktif dan kalimat pasif, mari kita lihat contoh keduanya dibawah ini:

  • Passive Voice (Kalimat Pasif)

    • The crab was eaten by the woman (Kepiting dimakan oleh wanita itu)
    • The dirty shoes were washed by me (Sepatu kotor dicuci oleh saya)
  • Active Voice (Kalimat Aktif)

    • The woman ate the crab (Wanita itu memakan kepiting)
    • I wash the dirty shoes (Saya mencuci sepatu kotor)

Perhatikan contoh diatas. Perubahan pola kalimat terjadi antara kalimat pasif dan kalimat aktif. Kata kerja pada kalimat aktif jika kita arti menjadi me- sedangkan pada kalimat pasif akan berubah menjadi di-, contohnya seperti memakan menjadi dimakan, menyapu menjadi disapu, dan lain sebagainya. Yang perlu studenta perhatikan adalah ketika kalimat aktif diubah kedalam kalimat pasif maka kata kerja atau verb harus dirubah dalam bentuk kata kerja ketiga (Verb 3), kemudian pola disesuaikan dengan tenses yang digunakan. Untuk memahami pola kalimat dalam setiap tenses, mari kita lihat beberapa pola passive voice dari beberapa tenses dibawah ini:

Simple Present Tense

Simple present tense yaitu bentuk tenses yang digunakan untuk menunjukkan peristiwa atau kejadian pada waktu sekarang. Pola kalimat pasif pada tenses ini yaitu:

Subject + to be (am/is/are) + Verb 3

Contoh kalimat:

  • The house is cleaned by my sister every day
    (Rumah dibersihkan oleh saudara perempuan saya setiap hari)
  • English class is taught by Mr. Hafidz
    (Kelas Bahasa Inggris diajarkan oleh Pak Hafidz)
Simple Past Tense

Simple past tense yakni bentuk tenses yang diguankan untuk menunjukkan bahwa tindakan atau peristiwa telah dikerjakan pada waktu lampau, dan telah selesai dikerjakan pada saat sekarang. Pola kalimat pasif pada tenses ini yaitu:

Subject + was/were + Verb 3

Contoh kalimat:

  • The hand phone was brought by my father
    (Hp itu dibawa oleh ayah saya)
Present Continuous Tense

Present continuous tense yakni bentuk tenses yang digunakan untuk menunjukkan bahwa peristiwa atau tindakan sedang dikerjakan. Pola kalimat pasif pada tenses ini yaitu:

Subject + am/is/are + being + Verb 3

Contoh kalimat:

  • The laptop is being used by my uncle now
    (Laptop itu sedang digunakan oleh paman saya sekarang)
Past Continuous Tense

Past continuous tense yakni tenses yang digunakan untuk menunjukkan tindakan atau peristiwa yang sedang terjadi pada waktu lampau, meskipun kadang tidak menyebutkan waktunya. Pola kalimat pasif pada tenses ini yaitu:

Subject + was/were + being + Verb 3

Contoh kalimat:

  • The comic was being read by my brother
    (Komik itu sedang dibaca oleh saudara laki-laki saya)
Simple Future Tense

Simple future tense yakni tenses yang digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa yang akan datang. Pola kalimat pada tenses ini yaitu:

  • Subject + will + be + Verb 3 atau
  • Subject + am/is/are going to + be + Verb 3

Contoh kalimat:

  • The garden will be cleaned regularly starting tomorrow morning
    (Taman akan dibersihkan secaara rutin mulai besok pagi)
Present Perfect Tense

Present Perfect Tense yakni tenses yang digunakan pada saat kejadian yang terjadi di masa lalu dengan masa sekarang memiliki adanya hubungan, jadi kejadian yang dilakukan pada masa lalu masih dapat dirasakan atau memiliki akibat pada masa sekarang. Pola kalimat pada tenses ini yaitu:

Subject + have/has + been + Verb 3

Contoh kalimat:

  • All the reports have been done by him
    (Semua laporan telah diselesaikan olehnya)
Past Perfect Tense

Past perfect tense yakni tenses yang digunakan untuk menyatak bahwa peristiwa yang dilakukan telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum peristiwa yang lainnya terjadi. Pola kalimat pada tenses ini yaitu:

Subject + had + been + Verb 3

Contoh kalimat:

  • An important announcement had been made by the headmaster
    (Pengumuman penting telah dibuat oleh Kepala Sekolah)
Future Perfect Tense

Pola kalimat pada tenses ini yaitu:

Subject + will + have + been + Verb 3

Contoh kalimat:

  • The garage will have been built by then
    (Garasi akan dibangun saat itu)
  • The cake will have been eaten by the children
    (Kue akan dimakan oleh anak-anak)
Penggunaan Passive Voice

Ada beberapa penggunaan kalimat passive voice. Untuk lebih memudahkan studenta dalam memahami penggunaannya, berikut penggunaan kalimat pasif.

  1. Passive voice digunakan saat pelaku aksi (doer of action) tidak diketahui
  2. Passive voice digunakan saat pelaku aksi tidak penting untuk disebutkan, contohnya dikarenakan doer of action merujuk pada orang secara umum atau sudah jelas.
  3. Passive voice juga digunakan untuk memberi penekanan pada suatu objek.
  4. Ketika kita membuat tulisan, passive voice dapat digunakan sebagai variasi, misal pelaku aksi sudah disebutkan pada kalimat sebelumnya.

Beberapa list vocabulary dari bentuk dasar hingga menjadi bentuk passive voice :

to-PresentPastFor the Passive Voice
to boilboilboiledboiled
to callcallcalledcalled
to carvecarvecarvedcarved
to cookcookcookedcooked
to decoratedecoratedecorateddecorated
to deep-frydeep-frydeep-frieddeep-fried
to drapedrapedrapeddraped
to drydrydrieddried
to embroiderembroiderembroideredembroidered
to explainexplainexplainedexplained
to fillfillfilledfilled
to findfindfoundfound
to flavourflavourflavouredflavoured
to givegivegavegiven
to grillgrillgrilledgrilled
to hanghanghunghung
to knowknowknewknown
to makemakemademade
to marinatemarinatemarinatedmarinated
to mixmixmixedmixed
to playplayplayedplayed
to punchpunchpunchedpunched
to securesecuresecuredsecured
to sellsellsoldsold
to serveserveservedserved
to shapeshapeshapedshaped
to skewerskewerskeweredskewered
to useuseusedused
to wearwearworeworn
to wrapwrapwrappedwrapped

Demikian materi chapter VIII untuk siswa siswi SMP/MTs kelas 9. Semoga bermanfaat. Silakan tinggalkan komentar studenta semua apabila ada saran, kritik, atau mungkin sanggahan atas materi yang telah disampaikan. Mari kita sama-sama belajar bahasa Inggris. Tetap semangat dan stay safe and stay healthy. Sampai juga di materi berikutnya. Thank you for reading!

Download PDF

Download (697)


What's Your Reaction?

Terharu Terharu
10
Terharu
Sedih Sedih
17
Sedih
Bingung Bingung
83
Bingung
Marah Marah
12
Marah
Suka Suka
75
Suka
Lusi Nurkhayati
Menyapa lewat kata, melihat dengan nurani, berbagi melalui tulisan di sini, berharap tetap abadi.

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *